Tinggal Rp50 Ribu Sebulan, Rusunawa Watulimo Sepi Peminat - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 29 April 2026

Tinggal Rp50 Ribu Sebulan, Rusunawa Watulimo Sepi Peminat


Trenggalek, Metro Jatim; 

Bayangkan menyewa rumah lengkap dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dalam, plus perabot, hanya dengan harga segelas kopi setiap hari. Itulah tawaran Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Namun, di tengah kemurahan hati itu, kenyataan pahit justru terjadi  tingkat huniannya masih sangat rendah.


Dari total 51 unit yang tersedia, baru 17 unit yang terisi pasca pandemi. Artinya, nyaris dua pertiga rusunawa ini menganga kosong.


Dibangun Kementerian PUPR pada 2016, rusunawa ini sempat terlantar sebelum akhirnya difungsikan sebagai asrama Covid-19 (Ascov) sepanjang 2020–2021. Setelah pandemi mereda, Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali membuka penyewaan. Harapannya, warga berpenghasilan rendah bisa menikmati hunian layak dengan biaya minimal.


Namun, nyatanya animo masyarakat tak kunjung naik.


Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Trenggalek, Subyantoro Retno Pamuji, mengakui hal ini. "Sudah kami tawarkan ke beberapa desa seperti Prigi, Karanggandu, dan Tasikmadu, tapi belum banyak yang mendaftar," ujarnya.


Salah satu fakta mengejutkan dari rusunawa ini adalah tarifnya yang sangat terjangkau:


· Lantai 2: Rp100 ribu/bulan

· Lantai 3: Rp75 ribu/bulan

· Lantai 4: Rp50 ribu/bulan


Sebagai perbandingan, biaya sewa kamar kos di sekitar wilayah tersebut bisa mencapai Rp500 ribu per bulan. Artinya, dengan uang yang sama, warga bisa mengontrak unit di rusunawa selama 5 hingga 10 bulan!


Lantai 1 sengaja tidak disewakan untuk umum karena direncanakan sebagai toko dan kantor.


Menariknya, penghuni saat ini paling banyak memilih lantai 2, disusul lantai 3. Sementara lantai 4 masih benar-benar kosong. Subyantoro menjelaskan, hal ini wajar karena kebanyakan penghuni adalah keluarga baru dan pekerja pabrik yang menginginkan akses lebih mudah.


Saat ini, hampir seluruh penghuni adalah warga lokal. Peluang bagi penyewa dari luar Kecamatan Watulimo, bahkan luar daerah, masih terbuka lebar.


Subyantoro menyebut salah satu faktor kuncinya, karakteristik pekerjaan. Mayoritas warga sekitar adalah nelayan. Mereka membutuhkan ruang yang lebih luas untuk menyimpan peralatan melaut seperti jaring, mesin tempel, dan perlengkapan lain yang tidak muat jika disimpan di unit rusunawa.


"Karakter pekerjaan warga sangat berpengaruh. Banyak nelayan yang butuh ruang lebih untuk aktivitasnya," terangnya.


Meski tingkat hunian masih rendah, Pemkab Trenggalek terus berupaya. Sosialisasi diperluas, dan penyewaan ditawarkan dengan fleksibilitas hingga 5 tahun dengan perpanjangan tahunan.


"Kami masih terus berproses. Harapannya ke depan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan rusunawa ini," pungkas Subyantoro.


 Apakah harga semurah itu dan fasilitas selengkap itu masih belum cukup menggiurkan. justru perlu pendekatan berbeda misalnya menyediakan ruang penyimpanan alat nelayan di pesisir Trenggalek. (wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini