Layanan Jiwa di RSUD Trenggalek Masih "Numpang", DPRD Desak Gedung Khusus Tahun 2026 - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 07 Mei 2026

Layanan Jiwa di RSUD Trenggalek Masih "Numpang", DPRD Desak Gedung Khusus Tahun 2026


Trenggalek, Metro Jatim;

Bayangkan seorang pasien dengan gangguan jiwa harus dirawat di lorong yang sama dengan pasien demam berdarah atau pascaoperasi. Itulah gambaran nyata layanan kesehatan jiwa di RSUD dr Soedomo Trenggalek saat ini. Masih numpang, belum punya rumah sendiri.


Komisi IV DPRD Trenggalek tak bisa tinggal diam. Anggota dewan mendesak agar rumah sakit plat merah itu segera memiliki gedung khusus untuk pasien gangguan jiwa—terpisah total dari layanan umum. Lokasinya sudah disiapkan: lahan kosong sebelah selatan PMI.


"Tahun 2026 ini wajib hukumnya sudah dimulai pembangunan," tegas Ketua Komisi IV, Sukarodin, dengan nada yang tak bisa ditawar.


Menurutnya, kondisi saat ini bukan hanya kurang efektif, tapi juga berisiko mengganggu kenyamanan pasien lain yang sedang menjalani perawatan fisik. Bayangkan seorang pasien jantung yang butuh ketenangan, harus berbagi ruang dengan suasana yang jauh dari tenang.


Namun, gedung saja tak cukup. DPRD juga menyoroti minimnya dokter spesialis. Saat ini RSUD dr Soedomo masih kekurangan tiga orang dokter spesialis. Akibatnya, layanan rawat jalan eksekutif hanya bisa berjalan di luar jam kerja. Sebuah solusi darurat yang tak ideal.


"Pelayanan eksekutif baru bisa dilakukan di luar jam kerja," jelas Sukarodin, menggambarkan betapa terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan prima.


Tak berhenti di situ, Komisi IV juga meminta evaluasi total terhadap fasilitas rumah sakit. Mulai dari bangunan depan yang dinilai kurang representatif, hingga letak musala yang terlalu dekat dengan pagar dan dianggap rawan disalahgunakan.


Perhatian DPRD juga menyasar RSUD Panggul. Harapannya, masyarakat wilayah selatan Trenggalek tak perlu jauh-jauh ke kota untuk berobat. Cukup ditangani di sana.


"Setiap rupiah yang sudah dianggarkan di APBD harus segera bisa dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Sukarodin. (Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini