Trenggalek, Metro Jatim;
Memasuki bulan-bulan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026, aktivitas jual beli hewan kurban, khususnya kambing, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah titik perdagangan ternak di Desa Ngares, RT 20 RW 05, Kabupaten Trenggalek, harga kambing terpantau naik dibandingkan bulan sebelumnya, Senin (18/5/2026).
Fenomena kenaikan harga ini tergolong sebagai siklus tahunan yang biasa terjadi. Namun, tahun ini ada sejumlah catatan khusus. Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa kondisi tahun ini turut dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro dan ketersediaan pakan hijau yang berasal dari kawasan pegunungan.
Para pembeli saat ini lebih memfokuskan diri pada kambing jantan dewasa yang sudah memenuhi syarat syariat untuk dijadikan hewan kurban. Salah satu pedagang, Kiban, menyebutkan bahwa lonjakan harga sangat ditentukan oleh bobot dan kondisi fisik hewan.
"Kambing jantan yang biasanya di hari biasa dibanderol Rp2,5 juta, sekarang sudah sulit dapat di harga itu. Rata-rata sekarang sudah menyentuh angka Rp3 juta hingga Rp4 juta, bahkan ada yang sampai Rp5 juta ke atas," ujar Kiban, pedagang kambing kurban di wilayah setempat.
Kiban menjelaskan bahwa ia mendapatkan stok kambing langsung dari para peternak di desanya. Kemudian, hewan-hewan tersebut dijual kembali kepada masyarakat. "Saya beli dari peternak sekitar harga Rp2,7 juta, Rp3,5 juta, bahkan sampai Rp5 juta. Semua tergantung besar kecilnya dan jenis kambing," terangnya.
Meski mengalami kenaikan, sejumlah peternak menilai bahwa harga saat ini masih dalam batas wajar. Mereka beralasan bahwa biaya perawatan serta pakan tambahan untuk menggemukkan kambing juga ikut naik menjelang hari raya. "Kami juga butuh biaya lebih untuk pakan dan vitamin. Kalau tidak naik, ya rugi," keluh salah satu peternak.
Fenomena menarik lainnya adalah intensitas pengiriman ternak ke luar daerah. Meski pengiriman masih berlangsung, jumlahnya disebut tidak sebanyak tahun sebelumnya. Sejumlah pikap pengangkut kambing dengan tujuan kota-kota besar seperti Gresik, Surabaya, dan sekitarnya masih terlihat, namun volumenya cenderung menurun dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di tengah dinamika harga dan distribusi, para peternak di wilayah Ngares dan sekitarnya tetap optimistis menghadapi musim kurban tahun ini. Mereka menilai bahwa permintaan dari pembeli lokal masih stabil.
"Alhamdulillah, permintaan masih bagus. Masyarakat sekarang semakin sadar untuk berkurban, jadi stok kambing kami tetap laris," ujar Kiban optimistis.
Dengan tren positif ini, diharapkan kebutuhan hewan kurban di Trenggalek dan sekitarnya bisa terpenuhi dengan baik hingga puncak Hari Raya Idul Adha nanti. (Wwn)

