Gebyar Wayang Kulit Pergelaran yang Paling Ditunggu-tunggu Warga. - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Selasa, 28 Juli 2026

Gebyar Wayang Kulit Pergelaran yang Paling Ditunggu-tunggu Warga.


Madiun, Metro Jatim; 

Pemerintah Dusun Wates Desa Kebonagung Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, sukses menggelar pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk, Sabtu (25/7/2026). Acara berlangsung di Lapangan desa setempat, sebagai acara yang di nanti-nantikan oleh seluruh warga Desa Kebonagung maupun warga masyarakat desa sekitarnya. 


Hadir dalam acara gelar, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Madiun, Guntur Setyono, perwakilan Forkopimca, Kepala Desa Kebonagung, Alek Susanto bersama isteri, Kepala Dusun Wates, Rino Prasetyo, Sekretaris Desa Kebonagung beserta perangkat, Ketua BPD bersama jajaran, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat Desa Kebonagung. 


Sebagaimana diketahui, acara gelar wayang kulit sebagai tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Muharam di Dusun Wates tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana nguri-nguri (melestarikan) budaya Jawa, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi warga Desa Kebonagung khususnya warga Dusun Wates, tradisi bersih dusun dinilai kurang lengkap tanpa adanya pentas wayang kulit semalam suntuk. 


Gebyar wayang kulit semalam suntuk kali ini menghadirkan Ki dalang Cahyo Kuntadi dari Kabupaten Blitar bersama Kerawitan Madangkara dengan mengambil lakon turunnya Wahyu Purbo Sejati, yang mengisahkan tentang petunjuk hidup, yaitu Cahaya Kemuliaan dari Dewa yang mencari pemimpin berhati bersih. 


Kepala Dusun Wates, Rino Prasetyo sekaligus bertindak sebagai ketua panitia, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Dusun Wates, anggota panitia, maupun semua pihak yang terlibat dan mendukung terselenggaranya kegiatan pergelaran seni budaya pergelaran wayang kulit semalam suntuk ini dapat berlangsung dengan lancar dan aman. 


"Alhamdulillah, biarpun saat ini kita tengah melaksanakan efisiensi, namun berkat Support dari seluruh warga dan Pemerintah Desa Kebonagung, acara gebyar wayang kulit semalam suntuk dalam rangka bersih dusun ini, dapat terlaksana dengan baik dan aman, untuk kedepannya kami siap menerima masukan, kritik maupun sarannya," ujar Kasun Rino. 


Sementara itu, Kepala Desa Kebonagung, Alek Susanto dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa acara gelar wayang kulit semalam suntuk ini merupakan wujud syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari aral dan rintangan. 


"Pergelaran Wayang Kulit semalam suntuk seperti ini, selain sebagai sarana hiburan, pergelaran ini juga mengandung pesan moral dan spiritual, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar warga," tuturnya. 


Masih kata Alek Susanto, "Selain sebagai ajang silaturahmi, esensi dari pergelaran ini adalah sebagai bentuk nyata komitmen Pemdes Kebonagung dalam menjaga warisan leluhur yang bernilai tinggi yang harus dirawat dan dijaga kelestariannya. Disamping itu, dengan terdapat banyaknya penonton yang menyaksikan pergelaran wayang kulit ini, secara otomatis dapat menghidupkan perekonomian para pedagang kaki lima maupun asongan yang berada di lokasi pergelaran,” tandas Alek Susanto yang akrab dipanggil bang Alek. 


Dikesempatan yang sama, Alek Susanto juga telah membagi sejumlah uang tunai yang tersimpan dalam amplop sebagai bentuk kepedulian dan taliasih kepada anak yatim piatu maupun kaum janda lansia warga masyarakatnya. (Ismantono)


Post Top Ad

Pasang Iklan Disini