Madiun, Metro Jatim;
Kemeriahan luar biasa menyelimuti Desa Wonorejo Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, pada Kamis malam (9/7/2026). Halaman Kediaman Kepala Desa Wonorejo mendadak berubah menjadi lautan manusia saat ribuan penonton menyemut untuk menyaksikan pergelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang menjadi puncak rangkaian acara tradisi bersih desa atau nyadran.
Dalam acara pergelaran kultur ini, dalang kondang asal Kabupaten Nganjuk, Ki Raden Mas Akbar Syahalam, Sukses memukau penonton lewat lakon "Romo Tambak". Acara Sakral sekaligus hiburan rakyat ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, Kepala Desa Wonorejo, Altian Selfian Adetia, Jajaran Muspika Mejayan, Unsur BPD, LKMD, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga Desa Wonorejo. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat ini menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian tradisi ditengah modernisasi.
Kepala Desa Wonorejo, Altian Selfian Adetia mengungkapkan bahwa esensi dari pergelaran ini tidak hanya sekedar memberikan hiburan, melainkan bentuk nyata komitmen desa dalam menjaga warisan leluhur. "Kami berharap pertunjukkan wayang kulit yang digelar setiap tahun di bulan Muharam ini dapat terus dilestarikan sebagai budaya adi luhung peninggalan leluhur kita. Ini adalah warisan bernilai tinggi yang wajib terus dirawat dan di Uri-Uri (dilestarikan) oleh generasi penerus". Ujar Altrian.
Selain menjadi benteng pelestarian budaya, Altian juga menekankan dampak positif dari sisi ekonomi. Banyaknya massa yang berkumpul secara otomatis dapat menghidupkan lapak-lapak UMKM dan pedagang kaki lima disekitar lokasi. "Kami bersyukur, selain menguatkan tali silaturahmi dan spiritual lewat bersih desa, gelaran wayang kulit ini juga terbukti sukses menjadi magnet rezeki dan mampu mendongkrak perekonomian warga masyarakat setempat. Kemeriahan bersih Desa Wonorejo tahun ini sukses membuktikan bahwa adat tradisi dan putaran ekonomi bisa berjalan beriringan secara harmoni," pungkasnya. (Ismantono)



