Trenggalek, Metro Jatim;
Meski pemerintah daerah telah menghadirkan layanan terpadu, warga Trenggalek tetap antusias menggunakan jalur resmi untuk menyampaikan keluhan. Tercatat 219 permohonan masuk ke Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK) sepanjang Juni 2026.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Trenggalek, Habib Solehudin, mengungkapkan bahwa mayoritas aduan telah mendapat respons. Sebanyak 164 laporan atau 74,89 persen telah disetujui, sementara 55 laporan lainnya masih dalam proses verifikasi.
"Kami terus bergerak cepat. Dari total permohonan yang masuk, sebagian besar sudah kami selesaikan," ujar Habib
Sejak diluncurkan pada 17 April 2017 hingga 30 Juni 2026, SLRT-GERTAK telah menangani 39.093 permohonan. Artinya, rata-rata 15 aduan masuk setiap hari—angka yang menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap kanal ini.
Dari sisi geografis, Kecamatan Trenggalek menjadi wilayah dengan aduan terbanyak, yakni 34 permohonan. Disusul Karangan (29), Pogalan (28), Tugu (23), dan Durenan (22).
Soal jenis layanan, pengurusan BPJS Kesehatan menjadi yang paling diminati dengan 208 permohonan. Sisanya terdiri dari keringanan biaya kesehatan (5 kasus), bantuan akomodasi (3), santunan (2), dan layanan sosial lainnya (1).
Habib mengapresiasi partisipasi aktif warga. Menurutnya, ini sinyal bahwa layanan sosial kian dikenal dan dimanfaatkan.
"Kami berkomitmen terus memperkuat SLRT-GERTAK agar pelayanan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. (wwn)
