Trenggalek, Metro Jatim;
Kabar menggembirakan bagi pemilik kendaraan baru sekaligus peringatan bagi pengguna mobil lawas: teknologi injeksi terbukti ampuh menekan polusi hingga nyaris nol. Dinas Perhubungan Trenggalek baru saja merilis temuan mengejutkan dari gelaran uji emisi yang diikuti hampir 200 kendaraan.
Endrawan Duwi Prihantoro, Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, mengungkapkan bahwa kendaraan injeksi rata-rata hanya menghasilkan emisi karbon monoksida (CO) 0,1 hingga 0,2 persen. Angka ini jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah.
"Proses pembakaran pada kendaraan injeksi sudah hampir sempurna. Berbeda dengan kendaraan lama yang masih menyisakan residu tinggi," jelas Endra.
Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 8 Tahun 2023, standar emisi dibedakan berdasarkan jenis kendaraan dan tahun produksi:
Mobil Bensin:
· Produksi sebelum 2007: maksimal CO 4%
· 2007–2018: maksimal CO 1%
· Di atas 2018: maksimal CO 0,5%
Sepeda Motor (pra-2010):
· CO maksimal 1,5% dengan hidrokarbon 6.000 ppm
Diesel:
· Pra-2010: opasitas asap maksimal 30%
· Pasca-2010: mengikuti ketentuan khusus berdasarkan tahun dan bobot kendaraan
Hasil uji emisi di Trenggalek menyajikan dua sisi mata uang yang kontras. Sejumlah kendaraan diesel mencatatkan angka opasitas nol persen, sebuah prestasi yang menunjukkan perawatan optimal. Namun di sisi lain, ada juga yang tingkat opasitasnya melampaui 60 persen jauh di atas ambang batas.
Untuk kendaraan bensin, mayoritas masih dalam batas aman, meski beberapa di antaranya dinyatakan tidak lolos. Data rekapitulasi masih diproses dan akan disampaikan langsung ke pemilik kendaraan.
Meski aturan sudah ada, pemerintah Trenggalek mengaku belum menerapkan sanksi bagi kendaraan yang tidak memenuhi baku mutu. Kegiatan uji emisi saat ini masih bersifat himbauan dan edukasi.
"Kami ingin masyarakat sadar kondisi kendaraannya dan ikut menjaga kualitas udara," ujar Endra.
Lebih dari itu, Dishub Trenggalek membuka kesempatan bagi masyarakat umum bukan hanya kendaraan dinas untuk ikut serta dalam uji emisi. Kesadaran dan perawatan rutin menjadi kunci utama agar performa mesin tetap prima dan polusi udara bisa ditekan bersama.(Wwn)
