Trenggalek, Metro Jatim;
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, melakukan kunjungan ke RSUD dr Soedomo pada Kamis (13/8/2026) untuk menjenguk seorang siswa SD Integral Luqman Al Hakim yang menjalani perawatan medis, pasca diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedatangan Doding bertujuan untuk memantau langsung kondisi kesehatan siswa serta menunjukkan kepedulian lembaga perwakilan rakyat terhadap warga yang terdampak insiden tersebut.
Sesampainya di rumah sakit, politisi tersebut langsung menuju ruang perawatan Dahlia tempat siswa berinisial SA (11 tahun) itu dirawat. Meski masih terbaring, kondisi anak yang duduk di kelas 5 SD itu dilaporkan terus menunjukkan perbaikan yang signifikan.
"Alhamdulillah kondisinya sudah membaik. Hari ini diare masih terjadi dua kali, namun keluhan pusing dan muntah sudah tidak ada. Nafsu makannya pun mulai kembali pulih," ujar Doding saat ditemui di lokasi.
Ia berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera keluar guna menjadi acuan dokter dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. "Kami pun berharap jika kondisi memungkinkan, besok anak ini sudah diperbolehkan pulang ke rumah," tambahnya.
Selain memantau kondisi pasien, Doding juga menyempatkan diri berbincang dengan keluarga yang mendampingi. Ia menyampaikan harapan seluruh pihak agar anak tersebut segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Insiden ini menjadi sorotan serius bagi DPRD Trenggalek. Doding menegaskan, peristiwa ini harus menjadi momen evaluasi menyeluruh agar tidak menimpa penerima manfaat MBG lainnya.
"Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Oleh karena itu, sistem pengawasan di setiap tahapan penyaluran makanan harus diperketat kembali," tegasnya.
Ia mengaku terus berkoordinasi dan memantau situasi di lapangan bersama Satgas MBG serta Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Semua pihak diminta bekerja sama memastikan pelaksanaan program berjalan aman dan sesuai standar.
Doding juga menyoroti bahwa pemenuhan dokumen administrasi seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) tidak serta-merta menjamin keamanan mutlak. Masih ada kemungkinan gangguan terjadi jika terdapat kelalaian dalam proses operasional.
"Memiliki sertifikasi adalah kewajiban, namun tidak menjamin 100% terhindar dari masalah. Satu kesalahan kecil di satu bagian saja bisa berakibat fatal. Itulah yang harus kita perbaiki," jelasnya.
Terkait langkah tindak lanjut seperti pemanggilan pihak pengelola penyedia makanan, Doding menyatakan belum ada keputusan tersebut saat ini. Seluruh pihak masih menunggu hasil laboratorium serta arahan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), mengingat izin operasional penyedia jasa terkait telah dihentikan sementara
Sebelumnya, siswa SA dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedomo pada Rabu malam (12/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dengan keluhan muntah-muntah dan diare hebat, sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap dua jam kemudian.
Selain SA, terdapat satu orang lagi yang mendapatkan penanganan di IGD akibat dehidrasi namun tidak harus menjalani rawat inap.
Berdasarkan pendataan awal yang dihimpun, di SD Integral Luqman Al Hakim tercatat 30 orang yang melaporkan keluhan kesehatan, terdiri dari 20 siswa dan 10 tenaga pendidik. Sementara itu di SMPN 1 Trenggalek tercatat 421 orang, serta 20 orang di SD Islam Lukman Hakim. Secara keseluruhan, setidaknya 441 penerima manfaat dari dua sekolah tersebut dilaporkan mengalami keluhan pasca konsumsi menu MBG. (wwn)
