Blitar, Metro Jatim;
Tepat hari Senin, 17 Agustus 2025 mulai pukul 11.00 WIB, di perempatan Garum, suasana berbeda terasa. Sekumpulan pengamen jalanan yang tergabung dalam Persatuan Pengamen Jalanan berkumpul untuk menggelar kegiatan bertemakan "Nada Kemerdekaan".
Dengan alat musik seadanya, mereka melantunkan lagu-lagu nasional satu per satu. Di sela lantunan "Garuda Pancasila", "Halo-Halo Bandung", hingga "17 Agustus 1945", para pengamen juga membagikan stiker HUT RI ke-81 kepada pengendara dan warga yang melintas.
Di tengah kegiatan, salah satu personil maju ke depan dan mengungkapkan isi hatinya. "Kami juga bagian dari Republik Indonesia. Makanya di HUT RI ke-81 ini kami berinisiatif memperingatinya dengan cara kami sendiri, mengapresiasikan lewat nada-nada lagu yang kami nyanyikan," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Pak Very, salah satu warga masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Republik Indonesia ini harus terus diapresiasikan lewat karya-karya indah. "Kemerdekaan itu bukan hanya dirayakan, tapi diisi dengan karya. Ini karya anak bangsa, musik di jalanan," katanya.
Apresiasi juga datang dari Bapak Theofylus, pemerhati pengamen jalanan yang hadir menyaksikan. Ia mengingatkan kembali pesan Bung Karno, "Indonesia bukan milik satu golongan, tapi milik bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke."
"Dan hari ini kita lihat buktinya. Dari jalanan Garum, semangat kemerdekaan tetap hidup dan menghidupi," tambahnya.
Lewat "Nada Kemerdekaan", para pengamen ingin menunjukkan bahwa merdeka adalah milik semua. Dari panggung besar sampai perempatan, dari jas dan dasi sampai gitar dan kaleng, semua punya cara untuk merayakan Indonesia.
(Eko)



