Dikenal Sejak Puluhan Tahun, Ini Cerita di Balik Bahayanya Sungai "Kedung Ji" Tempat Siswa Pramuka Tenggelam - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 07 September 2026

Dikenal Sejak Puluhan Tahun, Ini Cerita di Balik Bahayanya Sungai "Kedung Ji" Tempat Siswa Pramuka Tenggelam


Trenggalek, Metro Jatim; 

Sungai Sawah Kentung di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, kini menjadi sorotan setelah seorang siswa SMA Islam Watulimo meninggal dunia karena tenggelam saat mengikuti kegiatan jelajah Pramuka pada Minggu (6/9/2026). Di balik kejadian itu, tersimpan kisara panjang dan peringatan bahaya yang sudah lama diketahui warga setempat.

 

Warga sekitar menyebut lokasi berbahaya itu dengan nama "Kedung Ji"  nama yang ternyata bukan sekadar sebutan biasa, melainkan berasal dari peristiwa tragis yang terjadi sejak dekade 1980-an. Konon, puluhan tahun silam, seorang anak bernama Ji meninggal dunia di titik sungai tersebut. Sejak saat itu, warga menyebut tempat itu dengan nama yang diambil dari nama korban pertama yang pernah hilang nyawa di sana.

 

Meski pada saat kejadian arus sungai terlihat tenang karena sedang musim kemarau, bahaya sebenarnya tersembunyi di bawah permukaan air. Seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya, menjelaskan bahwa di dasar sungai itu terdapat palung yang cukup dalam, bahkan terbentuk rongga-rongga semacam gua di sela-sela bebatuan.

 


"Para warga yang biasa menyelam mencari ikan di sana sering bercerita, di bagian bawah itu ada lubang-lubang dalam. Jika seseorang jatuh dan terseret ke dalam rongga itu, sulit untuk segera keluar. Tubuhnya bisa terbentur bebatuan di sekitarnya," ujar warga itu kepada Kabar Trenggalek.

 

Ia juga menjelaskan bahwa deras arus sungai sangat bergantung pada curah hujan. Saat musim hujan, arus bisa berubah sangat deras dalam waktu singkat. Namun saat kemarau seperti sekarang, permukaan air tampak tenang  justru inilah yang sering kali menipu, karena bahaya sesungguhnya ada di kedalaman yang tidak terlihat mata.

 

Dalam insiden hari Minggu itu, korban dilaporkan terpeleset dan jatuh ke sungai saat kegiatan berlangsung. Warga segera melakukan evakuasi, namun sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

 

Kejadian ini memicu kekhawatiran warga setempat agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan. Warga berharap pihak berwenang maupun sekolah dapat memberikan perhatian khusus pada titik-titik berbahaya di sungai tersebut.

 

"Kami berharap ada upaya mitigasi risiko, seperti pemasangan papan peringatan atau larangan berenang di lokasi yang jelas-jelas berbahaya ini. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi," harap warga tersebut.

 

Hingga saat ini, belum ada papan peringatan resmi yang dipasang di sekitar lokasi Kedung Ji, padahal potensi bahayanya sudah diketahui warga sejak puluhan tahun silam.

(Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini