APBD Banyuwangi 2027 Mengalami Pengetatan Signifikan, Proyeksi Belanja Anjlok Rp496,9 Miliar - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Jumat, 21 Agustus 2026

APBD Banyuwangi 2027 Mengalami Pengetatan Signifikan, Proyeksi Belanja Anjlok Rp496,9 Miliar

 


Banyuwangi, Metro Jatim; 

Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi untuk Tahun Anggaran 2027 dipastikan bakal mengalami pengetatan yang cukup signifikan. Kebijakan ini menyusul penurunan anggaran belanja serta pendapatan daerah yang cukup tajam dibanding tahun sebelumnya.


​Berdasarkan dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 yang telah disepakati bersama oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Banyuwangi, proyeksi belanja daerah dipangkas hingga Rp496,9 miliar.

Kesepakatan penting tersebut resmi diketok dalam Rapat Paripurna penandatanganan Nota Persetujuan KUA-PPAS 2027 yang digelar pada 13 Agustus 2026. Dalam dokumen kesepakatan itu, total belanja daerah tahun 2027 diproyeksikan berada di angka Rp2,420 triliun. Angka ini menyusut tajam jika dibandingkan dengan APBD 2026 yang sempat menembus Rp2,917 triliun.


​Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamila, menerangkan bahwa dalam struktur KUA-PPAS 2027, total pendapatan daerah Banyuwangi dirancang sebesar Rp2,444 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar Rp461 miliar dibandingkan APBD 2026 yang mencapai Rp2,905 triliun.


​PAD Menunjukkan Tren Positif

​Menariknya, di tengah tren penurunan total pendapatan daerah tersebut, sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi justru menunjukkan performa positif. PAD Banyuwangi pada tahun 2027 diproyeksikan naik sebesar Rp50 miliar menjadi Rp850,8 miliar, meningkat dari APBD 2026 yang tercatat sebesar Rp800,8 miliar.


​Penurunan Tajam Pendapatan Transfer

​Sayangnya, lonjakan kenaikan pada sektor PAD tersebut belum mampu menutupi kemerosotan tajam pada sektor pendapatan transfer dari pemerintah pusat maupun provinsi. Pendapatan transfer untuk tahun 2027 diproyeksikan terjun bebas sebesar Rp511,3 miliar menjadi hanya Rp1,543 triliun, turun signifikan dibanding tahun 2026 yang menyentuh Rp2,054 triliun.


​Sementara itu, untuk sektor lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun 2027 diproyeksikan berada pada angka Rp50,1 miliar. (Herman)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini