Kebakaran Lahan Tembus Jaringan Air: Dua Titik Pipa Tirta Wening Terbakar, Pasokan Sempat Menurun - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Minggu, 27 September 2026

Kebakaran Lahan Tembus Jaringan Air: Dua Titik Pipa Tirta Wening Terbakar, Pasokan Sempat Menurun



Trenggalek, Metro Jatim; 

Api kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Trenggalek tak hanya menyisakan kerusakan pada tumbuhan dan tanah. Kobaran api yang meluas hingga ke kawasan hutan juga menyambar infrastruktur vital: jaringan pipa distribusi air bersih milik Perumda Tirta Wening. Dua jalur pipa utama terbakar di lokasi terpisah, memicu penurunan tekanan dan pasokan bagi ribuan pelanggan.

 

Kejadian tersebut tercatat di kawasan Ndilem, Kecamatan Bendungan, serta Pasir Putih, Prigi, Kecamatan Watulimo. Di Ndilem, pipa berukuran 8 inci berbahan HDPE yang menjadi jalur utama pengambilan air ikut terbakar hebat. Sementara di Pasir Putih, pipa berdiameter 3 inci juga tak luput dari jangkauan api.

 

Khoirul Ansori, Direktur Perumda Tirta Wening, mengungkapkan kerusakan ini baru diketahui setelah pelanggan mulai melaporkan aliran air yang mengecil. Petugas segera menelusuri jalur jaringan hingga menemukan titik masalah.

 

"Aliran berkurang, belum berhenti total, tetapi tekanannya turun cukup signifikan. Saat diperiksa, ternyata pipa terbakar. Di Ndilem kehilangan airnya mencapai 40 hingga 50 persen," ungkap Khoirul.

 

Penurunan tekanan ini paling terasa di pemukiman yang berada di dataran lebih tinggi. Saat air banyak terbuang lewat bagian yang rusak, dorongan air melemah sehingga sulit menjangkau wilayah yang lebih tinggi letaknya.

 

Kendati kerusakan cukup mengganggu, tim teknis bergerak cepat. Tidak perlu mengganti pipa sepanjang jalur bagian yang terbakar dipotong dan disambung kembali dengan alat perbaikan khusus. Penanganan dilakukan di hari yang sama saat kerusakan ditemukan, sehingga pasokan segera pulih.

 

"Hanya sekitar satu meter yang rusak. Potong, pasang klem sambung, selesai. Yang terpenting pelayanan kembali normal secepatnya," tegas Khoirul.

 

Dampak kebakaran ini menjadi pengingat bahwa kerusakan alam juga mengancam sarana penunjang kehidupan warga. Menurut data BPBD hingga 22 September 2026, kebakaran telah melanda 10 kecamatan di 27 desa dengan total luas lahan terbakar mencapai 95 hektare. Kecamatan Karangan tercatat paling parah dengan 25,25 hektare, diikuti Trenggalek 20 hektare dan Gandusari 17 hektare.

 

Bagi Tirta Wening, kerugian materi akibat air yang terbuang memang dapat dihitung, namun ada hal yang jauh lebih berharga: kepercayaan masyarakat.

 

"Air yang terbuang itu ada harganya, tetapi yang lebih penting adalah menjaga kepercayaan pelanggan. Jika layanan terganggu, itulah yang paling harus kita cegah," pungkas Khoirul.

 

Kini kedua jalur pipa telah berfungsi kembali normal, namun perhatian terhadap perlindungan jaringan di kawasan rawan kebakaran menjadi hal yang kini semakin diprioritaskan. (wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini