Trenggalek, metrojatim.com;
Dini hari tadi, Kamis (16/4/2026), warga dan pengendara di jalur Trenggalek-Pacitan dikejutkan oleh peristiwa longsor yang terjadi di ruas jalan nasional, tepatnya di Desa Puru, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek.
Tanah setinggi 7 meter dan sepanjang 15 meter itu tiba-tiba ambrol sekitar pukul 04.30 WIB. Padahal, sebelumnya badan jalan di lokasi yang sama hanya tampak retakan ringan. Hujan deras yang mengguyur wilayah itu diduga menjadi pemicu utama longsornya tebing di pinggir jalan.
Kapolsek Suruh, Iptu Sujarwo, mewakili Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, menjelaskan bahwa kondisi ini jelas berbahaya, terutama di malam hari. Lokasi rawan itu minim penerangan, sehingga risiko kecelakaan pun meningkat.
"Kami sudah pasang terpal penutup di bagian yang longsor, juga rambu serta tanda batas agar pengendara bisa melihat dari jauh," ujar Sujarwo.
Tak hanya itu, patroli di titik longsor pun diperketat. Petugas gabungan dari kepolisian dan stakeholder terkait terus memantau pergerakan tanah yang masih berpotensi meluas.
Meski arus lalu lintas belum tersendat parah, polisi mengimbau masyarakat yang melintas untuk ekstra waspada. "Jangan anggap remeh longsor kecil sekalipun. Kalau melihat hal mencurigakan atau butuh bantuan cepat, langsung hubungi call center 110, gratis," pesannya.
Jalur Trenggalek-Pacitan memang dikenal berkelok dan berbukit. Longsor ini menjadi pengingat bahwa alam bisa berubah seketika, dari retakan kecil menjadi lubang besar dalam sekejap. (Wwn)
