Trenggalek, metrojatim.com;
Trenggalek punya rencana besar memperbaiki infrastruktur jalan tahun ini. Sayangnya, harapan itu masih harus sedikit bersabar menunggu aliran dana pinjaman daerah sebesar Rp70 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang hingga pertengahan April 2026 belum juga masuk ke kas daerah.
Meski secara administrasi anggaran tersebut sudah tercantum rapi dalam APBD 2026, kenyataan di lapangan lain cerita. Dana itu belum bisa digerakkan karena proses pencairan masih berlangsung.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Trenggalek, Edi Santoso, mengibaratkan posisi saat ini seperti menunggu tanda tangan di atas kertas.
"Kalau di struktur APBD sudah masuk, karena memang mekanisme perencanaan anggarannya begitu. Tapi kalau ditanya sudah masuk rekening daerah? Belum. Masih ada beberapa tahapan yang harus kami lalui," ujar Edi.
Menurutnya, proses saat ini masih berada pada fase menuju penandatanganan perjanjian pinjaman. Setelah itu, masih ada sederet tahapan lain sebelum rupiah benar-benar bisa berpindah ke rekening kas daerah.
"Tahap menuju penandatanganan perjanjian utang. Setelahnya ada tahap syarat berlaku efektifnya perjanjian. Lalu baru pengajuan transfer ke rekening daerah," jelasnya.
Namun, kabar baiknya, target pencairan tak terlalu lama lagi. Edi optimistis proses ini bisa rampung dalam waktu dekat.
"Diharapkan Mei hingga Juni 2026 dana sudah masuk dan bisa dimanfaatkan untuk program prioritas yang direncanakan," paparnya.
Pinjaman Rp70 miliar itu rencananya akan difokuskan untuk proyek-proyek vital, terutama perbaikan jalan dan peningkatan akses menuju destinasi wisata andalan Trenggalek. Tapi untuk saat ini, semuanya masih menunggu kepastian cair. (Wwn)
