KONI Trenggalek Lantik Pengurus Baru, Siapkan Strategi "Perang" di Porprov Jatim 2027 - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Jumat, 24 April 2026

KONI Trenggalek Lantik Pengurus Baru, Siapkan Strategi "Perang" di Porprov Jatim 2027

 


Trenggalek, Metro Jatim; 

Setelah melalui proses panjang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek akhirnya memiliki kepengurusan anyar untuk periode 2026-2028. Pelantikan yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada Kamis (23/4/2026) itu langsung diikuti gebrakan strategis: mengubah haluan pembinaan dari pendekatan instan menjadi program jangka panjang.


Ketua umum KONI Jawa Timur, Mochamad Nabil, bertindak langsung melantik pengurus baru yang dipimpin oleh Doding Rahmadi. Kepengurusan ini lahir dari Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada Januari 2026, menyusul mundurnya ketua sebelumnya, Nurhadi, di Agustus 2025.


Doding menyebut, timnya bukanlah rombongan baru total. Ada perpaduan antara wajah lama yang paham medan dan figur baru yang membawa energi segar. "PAW (pengurus pergantian antar waktu) ini melanjutkan masa bakti. Ada yang lama, kami tambah yang baru. Semua demi penguatan organisasi," tegasnya.


Yang menarik, Doding langsung membeberkan strategi "kasta prestasi" untuk 35 cabang olahraga (cabor). Ia membagi cabor ke dalam tiga kelas: unggulan (peraih medali Porprov), prestasi (punya catatan di kejurprov), dan harapan (cabor binaan baru). Pembagian kasta ini bukan sekadar gengsi, melainkan penentu aliran dana.


"Anggaran berbanding lurus dengan prestasi. Cabor unggulan dapat jatah besar. Kalau prestasinya naik, anggarannya ikut naik. Ini insentif," ujarnya.


Revolusi paling kentara ada pada jadwal pemusatan latihan. Jika pengurus lama terbiasa memanaskan mesin hanya dua bulan sebelum Porprov, Doding memilih ekstrem: satu tahun persiapan. "Kami akan seleksi 20 atlet per cabor. Tidak boleh dadakan lagi," katanya.


Untuk menjalankan ambisi itu, KONI Trenggalek mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar tahun ini. Tak berhenti di situ, pembahasan kenaikan bonus atlet juga sudah berlangsung dengan pemda. "Bonus naik. Tinggal masukin ke rencana anggaran," imbuh Doding.


Soal atlet yang kerap "kabur" ke daerah lain, Doding punya pandangan berbeda. Ia tak serta-merta menyebut mereka tak loyal. "Bukan begitu. Kadang mereka hanya bingung karena tak ada komunikasi jelas, apakah masuk tim atau tidak. Dengan pusat latihan setahun penuh, kami ingin menjawab kegalauan itu. (wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini