Anggaran Rp1 Miliar Dinilai Belum Cukup, KONI Trenggalek Usulkan Rp5 Miliar untuk Optimalkan Pembinaan Olahraga - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Selasa, 05 Mei 2026

Anggaran Rp1 Miliar Dinilai Belum Cukup, KONI Trenggalek Usulkan Rp5 Miliar untuk Optimalkan Pembinaan Olahraga



Trenggalek, Metro Jatim;

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek menilai anggaran sebesar Rp1 miliar yang dialokasikan pemerintah daerah tahun ini masih jauh dari cukup untuk mendongkrak pembinaan olahraga secara maksimal. Keterbatasan dana tersebut berdampak langsung pada berbagai cabang olahraga (cabor) yang hingga kini harus berjuang dengan sumber daya terbatas.


Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp1 miliar, sekitar Rp550 juta di antaranya dialokasikan untuk pembinaan 35 cabor. Sisanya digunakan untuk pemusatan latihan atlet dan kebutuhan operasional sekretariat.


“Pembinaan kita bagi ke 35 cabor, totalnya sekitar Rp550 jutaan. Kalau dibagi, setiap cabor hanya menerima sedikit, sehingga belum mencukupi kebutuhan,” ujar Doding, Senin (14/4).


Akibat kondisi ini, banyak cabor yang tidak bisa bergerak leluasa. Bahkan, sejumlah atlet terpaksa mencari tambahan biaya secara mandiri saat mengikuti kejuaraan tingkat provinsi.


“Teman-teman cabor banyak yang swadaya saat ikut kejurprov. Pemerintah memang membantu, tapi belum bisa sepenuhnya mencukupi,” jelasnya.


Menghadapi agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), KONI Trenggalek berharap adanya peningkatan anggaran agar pembinaan atlet tidak lagi setengah jalan. Doding menyebut kebutuhan ideal anggaran olahraga di Trenggalek berada di kisaran Rp4 hingga Rp5 miliar. Angka tersebut mencakup sekitar Rp2 miliar untuk pembinaan atlet dan Rp2 miliar lainnya untuk kebutuhan pelaksanaan Porprov.


Ia mencontohkan, pada Porprov 2023 lalu, anggaran sekitar Rp2 miliar terserap habis untuk event tersebut, sehingga pembinaan atlet kurang berjalan optimal.


“Kalau anggaran hanya fokus ke Porprov, pembinaan jadi terabaikan. Padahal pembinaan itu kunci prestasi,” tegasnya.


Selain soal anggaran, KONI juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana latihan di masing-masing cabor. Menurut Doding, peningkatan fasilitas menjadi faktor penting untuk menunjang kualitas atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. (Wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini