![]() |
| Foto: Join jembatan Jongbiru yang rusak, muncul cekungan yang membahayakan pengguna jalan . |
Kediri, Metro Jatim;
Kinerja sigap ditunjukkan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri dalam menangani kerusakan join di Jembatan Jongbiru. Tidak sampai dua kali 24 jam sejak laporan masyarakat diterima, proses perbaikan langsung dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan yang terjadi berada pada sambungan atau join jembatan di beberapa titik. Bagian tersebut mengalami pengelupasan aspal sehingga menimbulkan lubang yang cukup mengganggu arus lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Sebelum dilakukan penanganan, kondisi jalan di area join jembatan dinilai cukup berisiko. Pengendara roda dua, terutama pengguna motor matic dengan ban kecil, harus memperlambat laju kendaraan dan menghindari bagian yang berlubang agar tidak terjatuh saat melintas.
Kepala DPUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, ST., M.M., merespons cepat laporan tersebut dengan segera meneruskan informasi kepada pihak teknis terkait penanganan jalan nasional.
“Terima kasih atas informasinya. Saya sampaikan ke PPK 2.1 Jalan Nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (21/5/2026).
Tak berselang lama, petugas langsung melakukan perbaikan pada titik kerusakan menggunakan material tambal berupa aspal dingin. Penanganan dilakukan untuk menutup bagian join yang terbuka sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.
Melalui Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Kediri, Made, dijelaskan bahwa kerusakan pada sambungan jembatan merupakan hal yang umum terjadi akibat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.
![]() |
| Foto: Perbaikan dengan penambalan dijoin jembatan jongbiru yang aspalnya mengelupas |
“Bagian join memang memiliki tingkat getaran cukup tinggi. Ketika dilalui kendaraan dengan beban besar secara terus-menerus, aspal di sekitar sambungan bisa mengalami pengelupasan sehingga perlu dilakukan pemeliharaan berkala,” jelasnya.
Secara teknis, join jembatan memiliki fungsi penting dalam menjaga fleksibilitas konstruksi. Sambungan tersebut dirancang untuk mengakomodasi pergerakan struktur akibat perubahan suhu, tekanan beban kendaraan, hingga getaran lalu lintas. Karena itu, bagian join menjadi salah satu komponen yang membutuhkan pengawasan rutin agar kondisi jembatan tetap aman dan nyaman digunakan.
Langkah cepat yang dilakukan DPUPR Kota Kediri mendapat apresiasi dari masyarakat. Respons dalam waktu singkat dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur sekaligus mendengar keluhan warga secara langsung.
Masyarakat juga diimbau tetap berhati-hati saat melintas di area jembatan dan aktif melaporkan apabila menemukan kerusakan jalan maupun fasilitas umum lain yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Hadi)

