Situasi PMK Terkendali, Disnak Jombang Bertekad Pertahankan Status Zero Case - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Selasa, 05 Mei 2026

Situasi PMK Terkendali, Disnak Jombang Bertekad Pertahankan Status Zero Case


Jombang, Metro Jatim; 

Kabar baik datang dari sektor peternakan Kabupaten Jombang. Dinas Peternakan setempat melaporkan bahwa saat ini tidak ada kasus aktif penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di wilayah Kabupaten Jombang. Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya intervensi para petugas vaksinator secara massif, pengawasan yang intensif dan kesadaran yang meningkat dari para peternak untuk mendukung kegiatan vaksinasi massal. 


Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Azis Daryanto, menegaskan bahwa hal ini menjadi bukti kongkrit atas keberhasilan menerapkan strategi dan sinergi yang berjalan dengan baik antara pemerintah pusat (Kementerian Pertanian), Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang beserta segenap Dokter Hewan dan Mantri Hewan di lapangan. Hal ini termasuk juga dukungan dari para peternak dan kelompok ternak serta seluruh stekholder yang terlibat dalam upaya pengendalian PMK berbasis vaksinasi PMK secara rutin. Vaksinasi secara rutin dan berkelanjutan terbukti sangat efektif dalam memutus mata rantai penyebaran virus PMK yang memang saat ini masih menjadi ancaman serius sektor peternakan sapi dan kambing di Indonesia.


Keberhasilan Kabupaten Jombang kembali dalam status zero case PMK tentu sangat penting terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 yang mana kebutuhan ternak kurban dipastikan meningkat dari hari biasa dan lalu lintas ternak dipastikan meningkat signifikan – baik untuk kebutuhan kurban di Jombang maupun maupun untuk dikirim antar daerah.


“Jombang menjadi salah satu daerah pemasok hewan kurban di Jawa Timur. Karena itu, percepatan vaksinasi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam penyediaan hewan kurban yang sehat dan berkualitas serta menumbuhkan kembali gairah beternak bagi masyarakat,” jelas drh. Azis.


Lebih lanjut dijelaskan komitmen Disnak Jombang untuk berupaya mempertahankan status zero caase PMK dengan terus melakukan vaksinasi PMK. Saat ini Kabupaten Jombang telah mendapatkan alokasi dari Pusat vaksin PMK sejumlah 25.000 dosis. Sebanyak 11.500 dosis telah distribusikan ke tim lapangan untuk pelaksanaan kegiatan di bulan April, selebihnya akan dilanjutkan pada bulan Mei dan Juni” ujarnya di sela-sela kegiatan vaksinasi PMK di Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, pada Kamis (23/04/2026).


Untuk mempercepat jangkauan dan cakupan vaksinasi, Dinas Peternakan Jombang telah menyiagakan 13 tim vaksinator. Mereka terus menyisir wilayah-wilayah sentra ternak secara masif, dengan fokus utama pada sapi dan kambing/domba yang memang hewan rentan terhadap infeksi PMK.


Program vaksinasi PMK ini diharapkan memberi dampak langsung bagi peternak, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha mereka. Dengan risiko penyakit yang menurun, produktivitas ternak dapat tetap terjaga dan kerugian ekonomi bisa diminimalkan. Langkah tersebut sangat strategis mengingat daerah akan memasuki masa persiapan Idul Adha, yang umumnya diikuti dengan peningkatan lalu lintas ternak dan berpotensi meningkatkan risiko penyebaran PMK. Oleh karena itu, upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan ternak yang sehat dan aman bagi masyarakat. (Diki)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini