Trenggalek, Metro Jatim;
Puluhan pelaku usaha konveksi, penjahit, pengusaha batik, dan siswa tata busana di Kabupaten Trenggalek mendapat suntikan keterampilan baru. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komindag) setempat menggelar pelatihan desain baju dan pembuatan pola selama dua hari, 9-10 Juni 2026, di Aula Komindag Trenggalek.
Sebanyak 25 peserta antusias mengikuti kegiatan yang dirancang untuk menjawab tantangan utama industri fesyen lokal: kurangnya kemampuan menciptakan desain yang mengikuti tren pasar.
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Fatihatur Rohmah, secara resmi membuka pelatihan. Dalam sambutannya, ia berpesan agar peserta serius menyerap ilmu.
"Pelatihan ini harus diikuti dengan baik. Ilmu yang didapat akan menguatkan skill, menghilangkan desain monoton, dan membuat produk sesuai permintaan pasar," ujar istri Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, itu.
Ia menambahkan, Trenggalek sebenarnya kaya akan pelaku usaha konveksi, mulai dari penjahit tradisional hingga pengusaha batik. Namun, celah kemampuan desain masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Kepala Bidang Promosi, Pengembangan Ekspor, dan Kemetrologian Komindag Trenggalek, Nurun Nadjmi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini tidak sekadar menggambar baju. Ada target bisnis yang jelas.
"Kelemahan utama pelaku usaha adalah desain yang kurang up to date dan menarik. Kami ingin lahir karya-karya segar, apalagi ada fashion show dalam rangka Hari Batik nanti," jelas Nurun.
Ia menyoroti peluang yang masih terbuka lebar. Saat ini, produk Trenggalek yang sudah dipasarkan di Plaza Sarinah masih didominasi kain batik dan kemeja pria. Produk busana wanita belum tersedia.
"Kami berharap setelah pelatihan ini, muncul desainer muda yang mampu membuat fesyen wanita berkualitas. Pasar di Sarinah masih menunggu," tegasnya.
Dari Canva hingga Teknik Pola
Pelatihan dibagi dalam dua sesi utama. Hari pertama, peserta diajari desain busana digital menggunakan aplikasi Canva. Materi ini memudahkan mereka membuat visualisasi desain tanpa perlu mahir menggambar manual.
Hari kedua, fokus beralih ke teknik pembuatan pola pakaian—fondasi penting dalam proses produksi agar hasil jahitan rapi dan ukuran presisi.
Tak hanya pelajar, pelaku usaha konveksi berpengalaman pun ikut serta. Mereka didorong untuk keluar dari zona nyaman dan menciptakan desain baru yang lebih laku di pasaran.
Dengan pelatihan ini, Komindag Trenggalek berambisi mengerek daya saing fesyen lokal hingga ke pasar nasional. Bukan hanya sekadar produk jadi, tetapi juga nilai jual dan kemampuan beradaptasi dengan tren. (Wwn)
