Trenggalek, Metro Jatim;
Selama lima hari berturut-turut, gemuruh sorak sorai dan decit sepatu di lantai serbaguna mewarnai Kabupaten Trenggalek. UPRINTIS Futsal League 2026 untuk kedua kalinya hadir, mengubah rutinitas sekolah menjadi ajang adu skill bagi pelajar SD dan SMP. Bukan sekadar turnamen biasa, gelaran ini menjelma menjadi titik tolak bagi mimpi besar: mencetak atlet futsal Trenggalek yang mampu bersaing di kancah nasional.
Di balik kesibukan sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini yang juga Founder UPRINTIS Indonesia hadir langsung merasakan denyut lapangan. Baginya, futsal bukan sekadar olahraga. Ia adalah cermin potensi yang selama ini terpendam di desa-desa.
"Selama ini futsal di Trenggalek belum terwadahi secara utuh. Padahal talenta di daerah-daerah sangat melimpah. Ini saatnya kita buka pintu lebar-lebar," ujar Novita dengan nada penuh keyakinan di sela-sela pertandingan, Rabu (17/6/2026).
Turnamen yang digelar atas kolaborasi dengan Pemkab Trenggalek ini memang dirancang untuk menjaring bibit unggul sejak dini. Novita tak sekadar ingin melihat siapa yang pulang membawa piala. Ia ingin membaca potensi besar dari gerakan kaki dan kerja sama tim para pelajar.
"Sejak pra-event hingga final, saya melihat mereka sangat sportif. Skill dan komunikasi tim mereka sudah matang, bahkan di usia yang sangat dini. Ini modal yang luar biasa untuk kita bawa ke level yang lebih tinggi," ungkapnya.
Beberapa peserta dari jenjang SD bahkan dinilai memiliki kualitas teknik yang menjanjikan. Bagi Novita, ini adalah sinyal bahwa Trenggalek tidak boleh hanya menjadi penonton dalam peta futsal nasional.
Visi besar mengemuka di tengah hiruk-pikuk pertandingan. Novita menargetkan Trenggalek mampu mengirimkan perwakilan futsal di kompetisi regional hingga nasional. Bukan sekadar ikut serta, melainkan bersaing.
"Kabupaten Trenggalek sudah beberapa kali mengirim perwakilan, tapi pembinaan yang lebih terstruktur masih menjadi pekerjaan rumah. Saya ingin kita punya sistem yang berkelanjutan, sehingga atlet muda kita tidak berhenti di level kabupaten," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya anggaran yang berpihak pada pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, acara olahraga tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan yang selesai tanpa bekas.
"Mulai dari pembentukan karakter, kualitas, kompetensi, hingga melatih mental juara—ini penting dan harus menjadi prioritas anggaran di masa depan," imbuhnya.
Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung, Novita justru melihat celah optimisme. Ia mengajak generasi muda untuk bergerak dengan apa yang ada, bukan menunggu keadaan sempurna.
"Saya ingin melakukan gerakan nyata sebagai anak muda, sebagai bentuk cinta kita terhadap tanah air. Meskipun tanah air sedang tidak baik-baik saja, setidaknya dengan apa yang kita miliki dan apa yang bisa kita lakukan, kita tetap all out for Indonesia," ujarnya penuh semangat.
Spirit itulah yang ia harapkan dapat menggerakkan lebih banyak pihak. Agar futsal tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan jalan untuk membangun karakter, kebanggaan daerah, dan harapan bagi masa depan Trenggalek.
Dengan berakhirnya UPRINTIS Futsal League 2026, tinggalah jejak semangat baru. Lapangan kecil di Trenggalek telah membuktikan bahwa bakat besar kerap tumbuh dari tempat yang tak terduga. Dan di situlah, Novita Hardini bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mengawal, membina, dan mengantar mereka menuju panggung yang lebih gemilang.
Karena di setiap tendangan bola, tersimpan mimpi bahwa suatu hari nanti, nama Trenggalek akan disebut dalam kejuaraan nasional, bukan sebagai pendatang, melainkan sebagai juara. (Wwn)
