Trenggalek, Metro Jatim;
Sebuah temuan arkeologis menghebohkan warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Saat gotong royong membersihkan sendang (embung) yang selama ini dikenal dengan nama Sendang Kamulyan, warga secara tidak sengaja menemukan struktur bata kuno yang diduga kuat merupakan bagian dari sistem pengelolaan air pada masa silam.
Tanpa menunda-nunda, temuan yang mengundang rasa penasaran itu langsung dilaporkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek. Laporan tersebut pun ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim Bidang Kebudayaan Disparbud yang berkolaborasi dengan Komunitas Pegiat Sejarah Trenggalek (PESAT) untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Pamong Budaya Bidang Kebudayaan Disparbud Trenggalek, Heru Dwi Susanto, menjelaskan bahwa struktur yang ditemukan memiliki bentuk mendekati persegi dengan ukuran panjang 86 sentimeter, lebar 78 sentimeter, dan kedalaman sekitar 84 sentimeter. Yang lebih menarik, di bagian dalam struktur tersebut terlihat adanya lubang saluran yang mengarah ke sisi timur.
"Berdasarkan karakteristik fisiknya, struktur ini memiliki kemiripan dengan bak kontrol atau bagian dari sistem tata air yang pernah digunakan pada masa lalu," ujar Heru
Meski temuan ini menyita perhatian, Disparbud Trenggalek masih belum dapat memastikan secara pasti fungsi, usia, maupun konteks kesejarahan dari struktur bata tersebut. Heru menegaskan bahwa diperlukan kajian lebih mendalam untuk menarik kesimpulan yang akurat.
"Fungsi, usia, serta konteks kesejarahannya masih memerlukan penelitian dan kajian lebih lanjut. Kami belum bisa menarik kesimpulan mengenai status maupun periodisasinya," tegasnya.
Saat ini, hasil peninjauan lapangan masih sebatas pengumpulan data awal sebagai bahan identifikasi. Dokumen dan dokumentasi yang terkumpul akan menjadi bahan koordinasi serta kajian lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait, guna memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai asal-usul dan nilai penting temuan tersebut.
Disparbud Trenggalek memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Kamulan dan masyarakat yang dengan sigap melaporkan temuan ini. Heru menilai, langkah cepat tersebut merupakan bagian penting dalam upaya pelindungan objek yang diduga memiliki nilai sejarah dan budaya.
"Temuan di kawasan Sendang Kamulyan ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga potensi warisan budaya yang berada di lingkungan sekitar," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peran aktif masyarakat dan pemerintah desa dalam melaporkan tinggalan budaya yang ditemukan sangat krusial, sehingga benda-benda bersejarah tersebut dapat diteliti dan dilestarikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Wwn)
