Dorong Nilai Tambah Jagung, Pemkab Magetan Latih Petani Banjarejo Penerapan GHP Pasca Panen - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 17 Agustus 2026

Dorong Nilai Tambah Jagung, Pemkab Magetan Latih Petani Banjarejo Penerapan GHP Pasca Panen


Magetan, Metro Jatim; 

Pemerintah Kabupaten Magetan terus berupaya mendongkrak komoditas jagung agar tidak sekadar menjadi produk mentah bernilai rendah. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, langkah konkret diwujudkan lewat pelatihan Good Handling Practices (GHP) Tanaman Pangan di Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo.


Pelatihan yang menyasar 25 anggota Kelompok Tani Maju ini digelar dalam dua sesi, yakni pada 12–13 Agustus 2026 dan 26–27 Agustus 2026. Fokus utamanya adalah membekali para petani dengan teknik penanganan pascapanen yang berstandar baik—mulai dari pemetikan tepat waktu, proses pengeringan yang terukur, pemipilan yang higienis, hingga teknik penyimpanan yang aman dari serangan hama dan jamur.


Menembus Pasar Pangan Olahan dan Industri Modern

Selama ini, sebagian besar hasil panen jagung di tingkat petani lokal habis terserap oleh industri pakan ternak (feedmill). Meski pasar pakan tergolong stabil, ketergantungan pada satu sektor membuat posisi tawar petani menjadi terbatas. Lewat penerapan GHP, potensi jagung dibuka lebar untuk merambah industri pangan olahan (food grade).


Jagung bermutu tinggi hasil penerapan GHP memiliki standar kadar air dan tingkat kebersihan yang memenuhi syarat industri pangan skala besar. Peluang ini mencakup pasokan untuk manufaktur tepung jagung (corn starch), minyak jagung, pemanis alami (high fructose corn syrup), hingga beragam produk makanan olahan bernilai tambah tinggi. Dengan masuk ke rantai pasok industri pangan, nilai jual jagung di tingkat petani diproyeksikan melonjak dibanding sekadar menjual jagung pakan mentah.


Menjawab Tantangan Energi Masa Depan melalui Bioethanol

Tak berhenti di sektor pangan, pelatihan GHP ini juga disiapkan untuk membawa komoditas lokal menjawab tantangan transisi energi global. Jagung merupakan salah satu tanaman pati terbaik yang berpotensi besar dikembangkan menjadi bioethanol—bahan bakar nabati yang lebih ramah lingkungan untuk menggantikan atau campuran bahan bakar fosil.


Untuk dapat diterima oleh industri energi dan kilang bioethanol, pati jagung harus bebas dari kontaminasi serta memiliki kualitas konsisten. Di sinilah peran vital GHP: memastikan kerusakan pascapanen (loss rate) dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga rendemen pati tetap tinggi.


Sinergi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Magetan ini diharapkan menjadikan Kelompok Tani Maju Desa Banjarejo sebagai percontohan (pilot project). Dengan tata kelola pascapanen yang profesional, petani Magetan tidak lagi hanya bertindak sebagai produsen komoditas mentah, melainkan pemain kunci dalam rantai pasok ketahanan pangan dan energi nasional. (*)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini