Dugaan Keracunan Pasca Makan Bergizi Gratis di Trenggalek, Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Sementara - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 13 Agustus 2026

Dugaan Keracunan Pasca Makan Bergizi Gratis di Trenggalek, Operasional SPPG Tamanan Dihentikan Sementara


Trenggalek, Metro Jatim; 

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan yang berada di bawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan. Langkah ini diambil setelah ratusan penerima manfaat di dua satuan pendidikan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti mulas hingga diare, Rabu (11/8/2026).

 

Berdasarkan data yang dikumpulkan, setidaknya 441 orang mengajukan keluhan usai mengonsumsi makanan yang disalurkan. Rinciannya, 421 siswa berasal dari SMP Negeri 1 Trenggalek dan 20 lainnya dari SD Islam Lukman Hakim. SPPG Tamanan sendiri melayani penyaluran untuk 11 sekolah dan satu posyandu dengan total 2.089 penerima manfaat.

 

Menu yang disajikan pada hari kejadian berupa nasi putih, ayam bumbu sate, tahu fantasi, tumis bayam dan jagung, serta buah semangka kuning.

 

Kepala SPPG Tamanan, Alfian Surya Riyantama menjelaskan, pengujian sampel dilakukan Kamis (12/8/2026). Awalnya pemeriksaan direncanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah, namun kendala teknis membuat sampel akhirnya dikirim ke Surabaya.

 

“Kami berinisiatif melakukan pemeriksaan mandiri terhadap sampel makanan. Karena tidak bisa dilaksanakan di Labkesda, sampel langsung dibawa ke Surabaya,” ujar Alfian.

 

Penanganan kasus ini melibatkan berbagai pihak. Koordinator Wilayah SPPI Trenggalek, Sheila Ammanda Yadu Fadilla menyatakan penelusuran dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Polres Trenggalek, Kodim, serta Satgas MBG setempat. Selain mencatat jumlah korban dan keluhan yang dirasakan, tim juga menelusuri seluruh alur penyediaan makanan mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur.

 

“Kami sudah turun langsung ke lokasi untuk mendata siapa saja yang terdampak dan apa yang dirasakan pasca mengonsumsi makanan tersebut. Pemeriksaan terhadap standar kerja di dapur juga kami lakukan guna memastikan tidak ada kesalahan prosedur,” terang Sheila.

 

Selain sampel makanan, pihak Dinas Kesehatan juga mengambil sampel terkait dari penerima manfaat untuk dibandingkan hasilnya di laboratorium. Sambil menunggu kesimpulan resmi, seluruh kegiatan penyaluran makanan dari SPPG Tamanan diputuskan berhenti sementara. Keputusan ini sudah dilaporkan ke Badan Gizi Nasional.

 

“Untuk menjaga kehati-hatian dan memastikan keamanan, sementara waktu layanan kami hentikan sampai hasil laboratorium keluar. Kami berharap ini menjadi evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang di tempat lain,” tambahnya.

 

Hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan keluhan kesehatan tersebut murni disebabkan oleh makanan MBG. Penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium dan penyelidikan mendalam dari pihak berwenang. (wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini