Empat Dugaan Pemicu Karhutla Trenggalek, Perhutani Kerahkan Satgas Penuh Kesiagaan - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 24 Agustus 2026

Empat Dugaan Pemicu Karhutla Trenggalek, Perhutani Kerahkan Satgas Penuh Kesiagaan



Trenggalek, Metro Jatim; 

Rangkaian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Trenggalek sepanjang Juli hingga Agustus 2026 kini sedang ditelusuri penyebab pastinya. Wakil Kepala KPH Perhutani Kediri Selatan, Budi Prihartono, menyebut setidaknya ada empat kemungkinan pemicu yang sedang dikaji secara mendalam oleh tim gabungan.

 

Salah satu dugaan awal adalah adanya unsur kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut karena proses penyelidikan yang melibatkan Polisi Kehutanan, Kepala KRPH, hingga Asper masih terus berlangsung di lapangan. Pengawasan pun diperketat mengingat sejumlah titik kebakaran berada dekat permukiman dan kawasan Kota Trenggalek.

 

Faktor kedua berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem. Kurangnya hujan selama hampir dua bulan membuat serasah hutan menjadi sangat kering, sehingga puntung rokok yang tak terpadamkan sempurna berpotensi memicu kobaran api.

 

Sementara itu, kebakaran di kawasan seperti Gunung Orak-Arik diduga bermula dari aktivitas pembersihan lahan warga di tanah milik yang berbatasan langsung dengan hutan negara. Api yang digunakan ternyata merembet dan meluas ke area vegetasi kering.

 

Dugaan keempat datang dari kebiasaan penggarap yang membersihkan lahan dengan cara dibakar namun tidak menunggu api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Kondisi ini makin diperparah tiupan angin yang menyebarkan bara ke areal hutan.

 

Guna mencegah kejadian berulang, Perhutani KPH Kediri telah menyusun sejumlah strategi mitigasi. Mulai dari pembentukan piket siaga rutin di setiap BKPH, hingga pembentukan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2026 yang telah disahkan melalui Surat Keputusan Administratur KPH Kediri nomor 379/KPTS/KDR/Kediri Jatim/2026.

 

Satgas ini melibatkan seluruh jajaran karyawan Perhutani serta masyarakat peduli api dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Komando pengendalian dipusatkan di kantor KPH Kediri, sementara pos pelaksana didirikan di masing-masing wilayah binaan yang dikomandoi oleh Asper.

 

Upaya pencegahan juga dilakukan lewat sosialisasi langsung ke desa-desa, pemasangan spanduk larangan, serta melibatkan sinergi TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, dan LMDH. Kesiagaan ini telah dikuatkan melalui apel siaga Karhutla yang digelar pada 16 Juli 2026.

 

Pemantauan pun dilakukan secara digital lewat aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan setiap harinya. Hingga pertengahan Agustus, tidak ada titik api yang terdeteksi dalam pantauan aplikasi tersebut. Hal ini menandakan bahwa setiap kejadian api dapat segera diredam dalam hitungan jam, sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (wwn)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini