Trenggalek, Metro Jatim;
Menciptakan keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas yang benar-benar terasa aman dan nyaman tidak cukup hanya dengan penindakan. Satuan Lalu Lintas Polres Trenggalek memilih jalan pendekatan yang lebih dekat, hangat, dan menyentuh hati terutama kepada kelompok yang setiap hari bergerak di tengah arus jalan raya, yaitu para pengemudi ojek, baik pangkalan maupun daring.
Di sela-sela jadwal patroli rutin, petugas Satlantas menyempatkan waktu berkunjung ke kawasan Terminal Surodakan, tempat banyak tukang ojek biasa menunggu penumpang. Tanpa bersikap kaku, mereka duduk bersama, menikmati secangkir kopi, lalu mengajak berbincang santai seputar pentingnya memahami aturan, risiko pelanggaran, hingga dampak buruk yang bisa terjadi jika lalai menjaga keselamatan diri maupun penumpang.
Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Kharisma Afriansyah, S.H., menyampaikan arahan Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., bahwa para pengemudi ojek adalah mitra strategis yang sangat berharga. Setiap hari mereka bersentuhan langsung dengan situasi jalanan, sehingga kesadaran mereka akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan banyak orang.
“Mereka adalah bagian dari pelaku utama lalu lintas. Kalau mereka paham aturan, terbiasa berkendara tertib dan aman, dampak baiknya akan terasa luas terutama bagi penumpang dan warga lain yang melintas,” ujarnya.
Bukan sekadar berbicara, petugas juga membawa bukti nyata berupa puluhan helm berstandar SNI yang dibagikan secara cuma-cuma. Alat pelindung kepala ini bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk penghargaan sekaligus dorongan agar selalu mengutamakan keselamatan setiap kali melayani penumpang. Sebanyak sepuluh unit disiapkan untuk dibagikan bertahap di berbagai titik lokasi.
Pendekatan seperti ini memang terlihat sederhana, namun tujuannya jauh lebih dalam: membangun kesadaran bukan karena takut sanksi, melainkan karena sadar betul bahwa keselamatan adalah hak sekaligus kewajiban setiap orang. Diharapkan, para tukang ojek ini kelak tidak hanya mematuhi aturan sendiri, tapi juga menjadi teladan dan pelopor budaya tertib berlalu lintas di lingkungannya masing-masing.(wwn)
